Pilih-Pilih Tempat Kerja?

Sekali lagi, seperti yang sudah pernah saya tulis disini, saya mau menegaskan bahwa saya beneran belum pengen kerja.

Tapi ada yang sedikit mengganggu saya nih soal pekerjaan ini.

Saya mengerti kalau teman-teman saya memang tidak seberuntung saya, yang berasal dari keluarga yang cukup segala-galanya.
Saya juga mengerti, dalam memilih pekerjaan, setiap orang punya alasan sendiri dalam memilih pekerjaan yang akhirnya dia pilih.

Tapi tetap saja ada yang sedikit yang mengganggu saya soal pekerjaan ini.


Seperti yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya di twitter, sesungguhnya saya tidak mengerti dengan apa yang ada dipikiran teman-teman saya yang memilih untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang penuh konflik.
Beberapa perusahaan yang penuh konflik, menurut saya adalah Freeport, Sinar Mas, dan semua perusahaan yang termasuk dalam antek-antek Bakrie.

Kalau saya boleh belagu-belagu-an, kasarnya sih ketiga perusahaan yang saya sebutkan diatas itu gak sesuai sama idealisme saya.
(Cih. Belagu beneran ya kalo dibaca lagi? idealisme apaan artinya aja masih bingung)

Gini loh,
Kan udah sering banget ya berita soal betapa bodohnya pemerintah Indonesia yang membiarkan Freeport menggali berbagai macam kekayaan alam Indonesia dengan hanya memberikan secuil kompensasi bagi negara ini. Belum lagi limbah-limbah pengelolaan Freeport yang katanya (yah, katanya dong. kan saya belum pernah liat sendiri) sangat mengotori alam Indonesia.
Saya sih gak habis pikir, kenapa masih ada orang Indonesia yang mau ngebantuin perusahaan kayak gitu?
Masih ada aja orang Indonesia yang tergiur dengan gaji tinggi padahal ikut tergabung dalam konspirasi perampokan dan pengrusakan kekayaan alam Indonesia.

Trus, kalau soal Sinar Mas.
Yah, seperti yang udah bisa diliat di blog saya ini, saya adalah salah satu pendukung Greenpeace semenjak saya udah bisa baca The Princess Diaries.
(yeah, untuk masalah mendukung Greenpeace ini, panutan saya adalah Mia Thermopolis aka Princess Amelia MIgnonette Grimaldi Thermopolis Renaldo, the crown prince of Genovia)
Pas baca riset-riset dan berbagai macam survey (juga photo essay) milik Greenpeace tentang bagaimana Sinar Mas merusak hutan Indonesia, saya jadi tidak simpati lagi terhadap perusahaan yang satu itu.
Belum lagi ketika saya perhatikan, Sinar Mas itu menguasai banyak banget sektor perekonomian ya. Sinar Mas punya bank, pabrik kertas, pabrik minyak kelapa, dan masih banyak lagi. Sudah saatnya keburukannya dibongkar biar gak serakah.
Nah, bukti-bukti nyata berbagai macam tindakan Sinar Mas itu diperlihatkan pada publik, kemudian ada orang Indonesia yang mau mengabdi pada perusahaan yang turut merusak paru-paru dunia, itu logikanya dimana ya?

Wah. Kalau berbagai anak perusahaan antek-anteknya Bakrie sih saya udah bingung mau nulis apa.
Ribuan orang yang kena lumpur Lapindo aja gak ada yang di denger omongannya, apalagi saya yang bukan siapa-siapa.
Intinya, Bakrie aja gak berusaha memperbaiki kesalahan mereka.
Tapi tetap saja ada orang-orang yang mau membuat Bakrie menjadi lebih kaya dengan menerima tawaran pekerjaan disana dan menggiatkan kerja mereka, yang secara tidak langsung turut mensukseskan Bakrie.
Itu saya gak ngerti.

Saya juga tau kalau argumen saya ini gak kuat.
Semuanya hanya berlandaskan ‘idealisme’ saya yang juga gak jelas apaan.

Banyak orang yang bilang,
“Ya biarin aja gue kerja di perusahaan itu dulu. Toh gue juga gak niat lama-lama. Setaun-dua taun palingan. Ini cuma buat nyari pengalaman doang. Batu loncatan.”
Kenyataannya?

Kebanyakan orang yang sudah bekerja cenderung merasa terlalu nyaman dengan keadaan hidup mereka.
Apalagi perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan diatas bukan perusahaan-perusahaan baru gede. Ini adalah perusahaan-perusahaan raksasa yang keuntungannya cenderung stabil, kalau tidak meningkat, setiap tahunnya.
Dan untuk keluar dari zona nyaman tersebut, bayarannya cenderung lebih mahal daripada gaji mereka perbulannya.

Menurut saya,
keputusan untuk bekerja di perusahaan penuh konflik ini dapat dianalogikan dengan keputusan untuk pacaran beda agama.
Kalau kata orang tua saya, “jangan coba-coba deh buat pacaran beda agama.”
Buat saya, “jangan coba-coba deh ngelamar pekerjaan di perusahaan berkonflik.”
Nanti kalau udah terlanjur jatuh cinta, lepasnya susah.

Buat teman-teman yang masih mencari pekerjaan, tetap semangat!
Masih banyak perusahaan yang jujur dan jauh dari konflik yang membutuhkan jasa-jasa kita!

7 Comments

What is on your mind?