Cerita Satu Kelas

Sejak saya mulai menulis blog tahun 2005-an (agak lupa tepatnya kapan), saya selalu berpikir soal statistik pengunjung blog. Awalnya saya memang kepikiran soal bagaimana menaikkan angka pengunjung ke blog saya, apa yang harus saya tulis, apa yang sebaiknya saya lakukan, dan lain-lain. Tapi kemudian saya jadi tidak peduli. Tujuan saya menulis blog kan bukan demi popularitas, jadi mau ada orang lain yang baca atau tidak itu urusan kesekian perihal blog saya.

Bukan berarti saya tidak peduli lagi soal statistik blog. Setelah pakai WordPress, saya kagum sekali dengan bagaimana saya bisa melihat berbagai kegiatan perihal blog saya. Saya bisa tau darimana pengunjung blog saya berasal, apa yang mereka klik saat mereka membaca blog saya, dan yang paling menarik: bagaimana cara mereka menemukan blog saya.

Penemuan saya yang paling mencengangkan sejauh ini tergambarkan dalam foto dibawah ini.

statistik

 

Ternyata ada orang yang mengetikkan kalimat “cerita seks dengan teman satu kelas” di Google yang kemudian menghasilkan tautan blog saya.

Kaget, saya kemudian langsung mengetikkan kalimat “cerita seks dengan teman satu kelas” ke Google sendiri. Ini yang saya dapatkan.

hasil Google

 

Ternyata pencarian di Google menghasilkan tautan blog saya karena blog saya memuat tiga kata kunci yang dipakai dalam proses pencarian. Tiga kata itu adalah “cerita”, “satu”, dan “kelas”. Sungguh sangat menarik.

Saya membayangkan orang pertama yang mengetikkan kalimat “cerita seks dengan teman satu kelas” mungkin awalnya mencari cerita-cerita erotik melalui Google dan kemudian dihadapkan dengan blog saya yang sama sekali tidak erotik. Betapa kecewanya orang itu, mungkin.

Saya juga makin penasaran dengan misteri algoritma Google ini. Saya hanya kebetulan menulis sebuah tulisan yang mengandung kata-kata umum seperti¬†“cerita”, “satu”, dan “kelas”, tapi kemudian blog saya muncul di halaman pertama hasil pencarian Google bersama situs-situs yang memuat cerita erotis. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sungguh menarik!

 

Saya jadi penasaran, kata-kata seperti apa lagi yang bisa saya gunakan supaya tautan blog saya dapat langsung terdeteksi oleh Google dan disajikan di halaman pertama? Saya harap, bila kejadian ini terulang, blog saya tidak lagi ditemukan diantara situs-situs lain yang bertema erotis.

2 Comments

What is on your mind?