Diksi Ganggu (1)

Telah sampailah saya pada tingkat kekesalan yang berbeda menyoal pemilihan kata orang-orang Indonesia zaman sekarang. Walaupun saya pecinta bahasa campur-campur dan saya bisa dengan lancar gonta-ganti bahasa dari Indonesia ke Inggris (dan sebaliknya), ada beberapa kata yang akhir-akhir ini sungguh mengganggu saya.

 

Sebenarnya jika kata-kata dibawah ini digunakan sesuai pada tempatnya dalam kalimat, tidak akan ada masalah. Yang membuat kata-kata dibawah ini menjadi ganggu adalah penempatan dan penggunaannya yang sungguh-sungguh tidak masuk akal. Ya, menurut saya, hal ini sudah tidak masuk akal karena kata-kata dibawah ini mempunyai padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang sangat tepat dan sempurna.

 

Lalu, pertanyaannya saya: mengapa orang-orang Indonesia zaman sekarang lebih memilih untuk menggunakan kata-kata dibawah ini dalam kalimat-kalimatnya?

Apa salah kata-kata Bahasa Indonesia yang begitu sempurna sampai-sampai bisa dilupakan oleh orang-orang Indonesia dan digantikan oleh padanannya dalam Bahasa Inggris?

 

Berikut ini adalah kata-kata dalam Bahasa Inggris yang mengganggu saya disertai dengan alasan-alasannya.

 

  1. Judge

 

Kalimat yang sering terdengar menggunakan kata ini kira-kira seperti ini: “Jangan men-judge sembarangan!” atau “Saya di-judge bersalah.”

 

Saya sungguh tidak mengerti mengapa orang Indonesia jadi suka sekali dengan kata judge ini. Mungkin, jika saya ingin mencari kambing hitam, saya bisa menyalahkan pribahasa “don’t judge the book by its cover”. Kemungkinan besar pribahasa kuno yang populer inilah yang bertanggung jawab atas kepopuleran kata judge.

 

Yang menurut saya lucu, kata judge yang suka digunakan oleh orang Indonesia hanyalah kata judge dalam bentuk verb, atau kata kerja. Padahal kata judge sebenarnya adalah sebuah noun atau kata benda. Tidak ada orang Indonesia yang menggunakan kata judge untuk memanggil seorang hakim. Tapi orang Indonesia suka sekali menggantikan kata menghakimi atau dihakimi dengan kata judge ini.

 

Kenapa ya? Padahal menurut saya kata judge yang diberikan imbuhan men- dalam “men-judge” atau di- dalam “di-judge” jadi merusak kata judge yang tidak salah apa-apa. Apa coba salah dua kata “menghakimi” dan “dihakimi” sampai dilupakan oleh orang-orang dan digantikan oleh kata siluman itu?

 

2. Safety

 

Saya sebenarnya tidak tahu bahwa kata safety adalah kata yang populer di Indonesia dan sangat sering digunakan untuk menggantikan kata selamat. Jadi ketika saya menonton televisi, mendengar berita dan narasumber-narasumber penting menggunakan kata safety di kalimat-kalimat Bahasa Indonesia mereka, saya kaget. Mirip seperti kata judge, saya rasa banyak orang Indonesia yang tidak mengerti bahwa kata safety adalah sebuah kata benda yang berarti keselamatan. Jadi, kalimat seperti “harus pakai sabuk pengaman biar safety”, sebenarnya kurang tepat, karena kata safety di kalimat tersebut diartikan sebagai selamat, bukan keselamatan.

Lagi-lagi saya bingung, apa yang menyebabkan kata safety jadi lebih populer daripada kata keselamatan? Apakah kata keselamatan terlalu panjang? Terlalu formal? Terlalu membosankan?

 

3. Boring

 

Menurut saya, kata boring adalah kata Bahasa Inggris favorit orang-orang Indonesia. Sudah tidak ketahuan lagi kapan kata boring ini mulai menjadi bagian dalam kehidupan orang Indonesia, yang pasti sudah lama sekali, mungkin awal tahun 1990an. Entah siapa yang pertama kali mengenalkan kata ini pada orang Indonesia. Kalau ketahuan, saya ingin sekali mendatangi orang tersebut dan membunuhnya. Pasalnya, orang ini tidak mengenalkan kata boring dengan baik dan benar karena orang ini mengenalkan kata boring tanpa mengenalkan kata bore atau bored.

Entah apa yang menginspirasi orang tersebut sehingga bisa melontarkan kalimat “aku boring banget nih, ngapain ya?” Yang parahnya, kalimat serupa langsung terkenal dan mewabah.

 

Satu hal yang membuat saya heran, setelah bertahun-tahun dikenal luas di Indonesia, sampai detik ini masih ada saja orang Indonesia yang tidak mengerti apa sebenarnya arti kata boring namun tetap menggunakannya dengan percaya diri. Banyak orang Indonesia yang tidak mengerti bahwa kata boring adalah kata sifat dan bukan kerja. Sehingga kalimat “aku boring banget karena gak ada kerjaan” menjadi salah besar dan banyak orang yang tidak sadar.

Saya selalu berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan kata boring dalam kalimat-kalimat Bahasa Indonesia. Saya lebih suka menggunakan kata bosan, membosankan, atau bahkan kata tidak baku dari dari bosan, yaitu bosen. Saya rasa, tidak ada yang salah juga dengan kata-kata tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menggunakannya dan lebih suka menggunakan kata boring.

Selain itu, saya juga heran. Katanya (tidak jelas –nya disini siapa) kemampuan Bahasa Inggris orang Indonesia meningkat pesat, tapi mengapa banyak orang Indonesia yang masih tidak mengerti perbedaan penggunaan kata boring, bore, dan bored?

 

Kata-kata yang masuk dalam daftar Diksi Ganggu versi saya masih ada beberapa lagi. Sebelum saya melanjutkannya, silakan hayati dulu tulisan saya mengenai Singkatan Ganggu, Tren Ganggu, dan Istilah Ganggu.

Seperti biasa, saya hanya bisa berdoa dan berharap bahwa orang-orang Indonesia bisa jadi semakin pintar dan meninggalkan kebodohan dalam berkomunikasi.

 

 


Posted

in

by

Comments

2 responses to “Diksi Ganggu (1)”

  1. sita ariana pangestu (arisita) Avatar

    Ada lagi yang sangat mengganggu, yaitu ‘event’. Padahal, apa susahnya sih pakai kata ‘acara’? Udah gitu,banyak yang salah melafalkan pula jadi ‘even’.

    1. alienkeren Avatar
      alienkeren

      Ah, Sita! Tunggu lanjutan dari post ini ya! kata itu udah masuk di daftar aku kok! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *