Persoalan Koneksi

Saya baru saja pulang kampung.

Saat saya bilang “kampung”, yang saya maksud memang benar-benar kampung. Tepatnya kampung papa dan mama saya, karena kalau saya sendiri tidak pernah merasa punya kampung. Gara-garanya tentu saja asal-usul saya yang kurang begitu jelas. Saya dilahirkan di Jakarta. Umur setahun saya dibawa orang tua saya ke sebuah desa di Sulawesi Tenggara. Setelah lulus SD, saya dikirimkan ke Bandung, hingga lulus kuliah. Setelah lulus kuliah saya hidup di Jakarta. Jadi, istilah “kampung” bagi saya kurang jelas maknanya.

Continue reading

Pesta

Akhirnya minggu lalu saya ikutan Pemilu. 

 

Tanggal 9 April kemarin jadi hari yang cukup bersejarah untuk saya karena untuk pertama kalinya saya mengikuti Pemilu tingkat nasional.

 

Bila melihat kebelakang, pengalaman saya ikut Pemilu sangat minim. Waktu SD saya ingat pernah ikut beberapa pemilihan ketua kelas. SMP juga sama. Selepas SMP, saya tidak pernah lagi berpartisipasi dalam kegiatan Pemilu (termasuk kegiatan Pemilu kampus, tingkat kota, dan propinsi).

Continue reading

Munafik #1: Alkohol, Narkoba, dan Kecelakaan Lalu Lintas

Karena Indonesia sedang lumayan dihebohkan dengan situasi dan kondisi persidangan AQJ alias Dul (anak umur 13 than yang menyetir mobilnya sendiri, mengalami kecelakaan, dan mengakibatkan meninggalnya enam orang), saya jadi teringat akan satu topik yang sudah lama tersimpan di dalam benak saya sejak lama.

 

Topik ini berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas, seperti yang dialami oleh AQJ alias Dul, tapi secara spesifik melibatkan pengendara yang menyetir dalam keadaan mabuk.

 

Menyetir dalam keadaan mabuk, atau dalam Bahasa Inggris diartikan sebagai driving under the influence atau biasa disingkat DUI, bukanlah perkara baru di Indonesia.

 

Salah satu kasus kecelakaan lalu lintas terlama, berdasarkan ingatan saya, yang menggemparkan masyarakat Indonesia adalah kasus kecelakaan yang menimpa Nike Ardilla. Continue reading

Tanah Air

Orang Indonesia mana sih yang gak tau lagu Tanah Air?

Kalo beneran ada yang gak tau,
“Gila, pas SD ngapain aja sih?”
Saya aja yang SD di antah-berantah tau loh lagu ini.

Baru-baru ini saya diingatkan dengan lagu ini saat menonton konser yang bertajuk Mocca Last Show.
Ceritanya vokalis grup band Mocca akan pindah ke Amerika Serikat dan belum tau kapan akan pulang ke Indonesia demi mengejar Green Card.
Salah satu lagu terakhir mereka di konser tersebut adalah lagu Tanah Air ini.
Waktu itu Arina, si vokalis, bilang kalau lirik lagu ini bikin nangis banget, terutama di detik-detik saat dia akan pergi.
Continue reading

Kekayaan dan Cara Menghabiskannya

Beberapa hari yang lalu, guru ngaji saya cerita-cerita dan ngasih ceramah sedikit.
Katanya,

“jangan mau jadi orang miskin, karena kemiskinan itu dekat dengan kekufuran.”

(Sedikit intermezzo dulu sebelum saya lanjut dengan topik tulisan saya kali ini:
1. ya. saya memang dikaruniai dengan kedatangan seorang guru ngaji setiap hari ke rumah selama bulan Ramadhan ini.
2. hari Jumat kemarin adalah hari terakhir saya ngaji, jadi pantaslah untuk memberikan sedikit kredit pada guru ngaji saya yang asik punya itu. Saya belajar banyak hal, Bu!
3. buat pembaca tulisan ini yang non-muslim: kekufuran itu arti kasarnya adalah menjadi tidak percaya dengan Allah, sehingga bisa menjadi kafir. Tapi ini artian yang secuil banget. Kalau mau tau lebih jelasnya, silakan hubungi ustadz-ustadz terdekat.)

Nah, maksud tulisan ini tuh sebenarnya ingin membahas persoalan kaya dan miskin ini.
Continue reading

Tukang Jalan-Jalan Yang Manakah Kamu?

Ide mengenai tulisan ini sudah ada di kepala saya sejak saya sedang melakukan jalan-jalan beberapa bulan yang lalu.
Waktu itu saya sedang asik mengobrol dengan seorang teman yang bukan orang Indonesia dan dia memberikan saya inspirasi soal tulisan ini.
Inspirasi yang mirip-mirip kemudian datang pada saya saat saya menghadiri pertemuan CouchSurfing Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Kemudian, saya juga sudah pernah menuliskan pendapat saya ini di twitter.
Tapi rasanya kurang sreg dan pembahasannya kurang menyeluruh.
Jadi saya putuskan untuk menuliskannya lagi disini.

Menurut saya, diantara berbagai macam orang yang diberi julukan Tukang Jalan-Jalan, orang-orang ini dapat dimasukkan ke dalam tiga golongan yang berbeda-beda.

Continue reading

Kehilangan Teman

Sebelum saya mulai menuangkan pikiran saya kali ini, saya ingin menekankan bahwa buah pikiran saya ini murni opini belaka.
Jika ada yang tidak setuju, saya tidak peduli.
Jika ada yang tersinggung, apalagi. Saya sungguh tidak peduli.

Saya adalah manusia biasa yang bersifat sama dengan kebanyakan manusia lainnya yang ada di dunia ini, berperan sebagai mahkluk sosial.

Perbedaan saya dengan manusia-manusia lainnya adalah saya tidak pernah takut untuk kehilangan teman.

Continue reading